Yudisium FSDU IAIN Takengon: Saatnya Mengabdi dan Berkarya untuk Masyarakat

Yudisium FSDU IAIN Takengon: Saatnya Mengabdi dan Berkarya untuk Masyarakat

Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin (FSDU) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penetapan kelulusan bagi 32 mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian studi akademik di lingkungan FSDU.

Ketua Panitia Yudisium, Dr. Ibnu Qodir, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta yudisium semester genap tahun akademik 2025/2026 berjumlah 32 orang. Mereka berasal dari berbagai program studi, yaitu Ekonomi Syariah sebanyak 10 mahasiswa, Perbankan Syariah 6 mahasiswa, Pariwisata Syariah 1 mahasiswa, Hukum Tata Negara 8 mahasiswa, Komunikasi dan Penyiaran Islam 5 mahasiswa, serta Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir 2 mahasiswa.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin, Dr. Ahmad Shalihin Siregar, M.A., menyampaikan bahwa sejak fakultas tersebut berdiri hingga saat ini, jumlah alumni yang telah diyudisium mencapai 715 orang. Dengan tambahan 32 peserta pada periode ini, FSDU terus menunjukkan perkembangan positif dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Ia menjelaskan bahwa rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan periode 2021–2026 mencapai 3,55 dengan rata-rata masa studi 4,6 tahun. Capaian tersebut menunjukkan peningkatan kualitas akademik mahasiswa sekaligus efektivitas proses pembelajaran yang berlangsung di lingkungan fakultas. Adapun IPK tertinggi pada yudisium kali ini diraih oleh Nicky mardathila IPK 3.92.

“Statistik ini menjadi salah satu indikator keberhasilan para dosen dan seluruh sivitas akademika dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Peningkatan IPK dan semakin singkatnya masa studi merupakan capaian yang patut disyukuri,” ujar Dekan.

Kepada para peserta yudisium, Dr. Ahmad Shalihin Siregar berpesan agar senantiasa menjaga nama baik almamater di tengah masyarakat. Menurutnya, reputasi kampus dibangun tidak hanya oleh institusi, tetapi juga oleh perilaku dan kontribusi para alumninya.

“Setelah menyelesaikan studi dan ditetapkan kelulusannya melalui yudisium ini, kalian akan bertemu dengan banyak alumni lainnya di tengah masyarakat. Jagalah nama baik program studi, fakultas, dan kampus. Reputasi almamater yang baik akan menjadi kebanggaan dan memberikan kepercayaan diri bagi para alumninya,” pesannya.

Ia juga mengingatkan agar berbagai pengalaman selama menempuh pendidikan, baik yang menyenangkan maupun yang penuh tantangan, dijadikan bekal berharga dalam kehidupan. Menurutnya, pengalaman baik dapat menjadi inspirasi, sedangkan pengalaman yang kurang menyenangkan hendaknya menjadi pelajaran untuk terus berkembang.

Lebih lanjut, Dekan menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam menuntut ilmu. Ia mengibaratkan bahwa gelas yang penuh tidak lagi dapat diisi, sedangkan gelas yang kosong akan terus menerima tambahan ilmu dan pengalaman.

“Jangan pernah merasa paling pintar atau paling tahu. Sikap demikian justru menjadi penghambat dalam meningkatkan kompetensi diri. Teruslah belajar, karena dunia di luar kampus menuntut kita untuk selalu berkembang,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Irhas, M.A., menyampaikan orasi ilmiah. Dr. Irhas menyampaikan bahwa FSDU memiliki kekayaan keilmuan yang beragam, mulai dari bidang syariah, ekonomi dan bisnis Islam, dakwah dan ushuluddin, hingga pariwisata syariah. Keberagaman tersebut menjadi identitas sekaligus kekuatan fakultas dalam membangun tradisi akademik yang inklusif dan kolaboratif.

Ia menegaskan bahwa setiap disiplin ilmu memiliki fokus kajian masing-masing, namun seluruhnya dibangun di atas nilai-nilai agama. Karena itu, integrasi antara ilmu pengetahuan dan ajaran Islam menjadi hal yang sangat penting untuk terus dikembangkan.

“Ilmu agama dan ilmu pengetahuan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Keduanya membutuhkan kolaborasi dan sinergi agar mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Dr. Irhas juga menyoroti pentingnya nilai-nilai Islam dalam berbagai bidang keilmuan. Dalam bidang komunikasi, misalnya, alumni dituntut mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks di tengah derasnya arus informasi digital. Pada bidang ekonomi syariah, nilai-nilai keadilan, kebersamaan, dan kemaslahatan harus menjadi landasan utama dalam praktik ekonomi. Sementara dalam bidang pariwisata syariah, pengembangan destinasi wisata tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus menghadirkan keberkahan.

Menutup sambutannya, ia berpesan agar seluruh alumni senantiasa mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi serta menjaga marwah almamater di manapun berada.

Read more

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Sebanyak empat dosen IAIN Takengon berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK) Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026, program beasiswa hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan pendidikan jenjang

By Humas IAIN Takengon