Wakil Rektor I IAIN Takengon Paparkan Strategi Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting di Aceh Tengah
Komitmen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting kembali ditunjukkan melalui keterlibatan akademisi dalam kegiatan pembinaan masyarakat. Wakil Rektor I IAIN Takengon, Dr. Al Musanna, M.Ag., dipercaya menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang diselenggarakan oleh BKKBN Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 150 Tim Pendamping Keluarga (TPK) tersebut bertujuan memperkuat kapasitas para pendamping dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta intervensi kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting di Kabupaten Aceh Tengah.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting: Menguatkan Edukasi dan Pendampingan Keluarga Berisiko Stunting di Aceh Tengah”, Dr. Al Musanna menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan gangguan pertumbuhan kronis yang berdampak pada perkembangan otak, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak dini dengan memberikan perhatian kepada kelompok keluarga berisiko stunting, meliputi calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga keluarga yang memiliki balita. Menurutnya, edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam memutus mata rantai stunting.

Lebih lanjut, Dr. Al Musanna menggarisbawahi pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan Gerakan Orang Tua Asuh Atasi Stunting. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ia menjelaskan bahwa kalangan akademisi berperan melalui edukasi berbasis sains dan riset, pengembangan inovasi pangan lokal bergizi, serta pelatihan dan evaluasi program secara objektif. Sementara itu, tokoh agama dapat memperkuat edukasi melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan dan spiritual, sekaligus mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Selain itu, tokoh masyarakat juga memiliki peran strategis sebagai penggerak gotong royong, membantu pendataan keluarga sasaran agar bantuan tepat sasaran, serta mengikis berbagai mitos dan stigma yang masih berkembang terkait pengasuhan anak.
Kehadiran Wakil Rektor I sebagai narasumber mencerminkan komitmen IAIN Takengon dalam menjalankan peran perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya berkontribusi dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga aktif menghadirkan solusi akademik terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk mendukung program percepatan penurunan stunting di Aceh Tengah.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan Tim Pendamping Keluarga, diharapkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting dapat memperkuat edukasi masyarakat serta melahirkan generasi Aceh Tengah yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas.