Safari Subuh Rabu Berkah IAIN Takengon dan DMI Aceh Tengah Bahas Lima Penghalang Keberkahan Ilmu
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh Tengah kembali menggelar kegiatan rutin Safari Subuh Rabu Berkah. Kegiatan kali ini berlangsung di Masjid Al Muhajirin, Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Takengon, Rabu (21/10/2026).
Tausiyah disampaikan oleh Dr. Tgk. Irwansyah, M.Pd., dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Takengon. Dalam tausiyahnya, ia membahas lima penyebab terhalangnya keberkahan dan manfaat ilmu yang didengar, sebagaimana dirujuk dari kitab Tanbihul Ghafilin.

Penyebab pertama adalah tidak mensyukuri nikmat Allah SWT. Menurut materi tausiyah yang disampaikan, banyak orang terlena dengan nikmat kesehatan dan kesibukan sehingga mengabaikan panggilan ibadah. Padahal, nikmat Allah sangat besar dan tidak terhitung jumlahnya. Rasa syukur perlu diwujudkan melalui ketaatan dan pemanfaatan nikmat untuk melakukan kebaikan.
Kedua, melakukan dosa tanpa disertai istighfar dan pertobatan. Dosa, baik kecil maupun besar, dapat menghalangi keberkahan apabila tidak diikuti kesadaran untuk memperbaiki diri. Pentingnya memohon ampun kepada Allah SWT juga dikaitkan dengan kisah kaum Nabi Nuh yang memohon ampunan agar memperoleh pertolongan dan jalan keluar dari kesulitan.
Ketiga, tidak mengamalkan ilmu yang telah diketahui. Ilmu tidak cukup hanya didengar, dipelajari, atau dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam perbuatan. Seseorang yang telah mengetahui ketentuan agama, tetapi tetap melanggarnya, belum menjadikan ilmu tersebut sebagai pedoman dalam kehidupannya.

Keempat, tidak mengambil pelajaran dari orang-orang saleh. Berada di lingkungan orang baik semestinya menjadi kesempatan untuk meneladani akhlak, ketaatan, dan perilaku mereka. Namun, apabila keteladanan tersebut tidak diikuti dengan perubahan diri, seseorang dapat tetap terjebak dalam kebiasaan buruk.
Kelima, tidak mengambil iktibar dari kematian. Peristiwa kematian dan proses pemakaman merupakan pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan menghadapi ajal. Kesadaran terhadap keterbatasan hidup diharapkan mendorong setiap orang untuk memperbaiki amal, memperbanyak kebaikan, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Kegiatan Safari Subuh Rabu Berkah ini dihadiri oleh Bupati Aceh Tengah, Rektor IAIN Takengon, unsur SKPA Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, tokoh masyarakat, sivitas akademika IAIN Takengon, serta jamaah Masjid Al Muhajirin.
Melalui kegiatan rutin ini, IAIN Takengon bersama DMI Aceh Tengah terus mendorong penguatan nilai-nilai keagamaan dan silaturahmi dengan masyarakat. Tausiyah yang disampaikan menjadi pengingat bahwa ilmu akan memberikan manfaat apabila disertai rasa syukur, pertobatan, pengamalan, keteladanan, dan kesadaran akan kehidupan akhirat.
