Safari Subuh Rabu Berkah IAIN Takengon Ajak Jemaah Memahami Esensi Ibadah di Bulan Muharram

Safari Subuh Rabu Berkah IAIN Takengon Ajak Jemaah Memahami Esensi Ibadah di Bulan Muharram

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon kembali menggelar kegiatan Safari Subuh Rabu Berkah bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh Tengah pada Rabu (1/7/2026) di Masjid Ridwan Tansaril, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan yang terbuka untuk umum ini menghadirkan Tgk. Mahadir, MA, dosen Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah, Dakwah, dan Ushuluddin (FSDU) IAIN Takengon, sebagai penceramah.

Dalam tausiahnya, Tgk. Mahadir mengajak seluruh jemaah untuk merenungkan kembali tujuan utama ibadah kepada Allah SWT. Ia menjelaskan bahwa dalam mengabdi kepada Allah terdapat tiga tipe manusia yang telah lama dikenal dalam khazanah keislaman, kemudian menambahkan satu tipe yang banyak dijumpai pada era modern.

Tipe pertama adalah tipe pedagang, yaitu mereka yang beribadah dengan mengharapkan balasan dari Allah SWT, seperti keinginan memperoleh pahala dan masuk surga. Menurutnya, motivasi tersebut dibenarkan dalam ajaran agama karena merupakan bentuk harapan kepada rahmat Allah.

Selanjutnya adalah tipe budak, yakni orang yang beribadah karena rasa takut kepada Allah SWT. Mereka menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya agar terhindar dari azab serta siksa neraka. Sikap ini juga merupakan bagian yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Adapun tingkatan yang lebih tinggi, lanjutnya, adalah tipe orang bijak. Mereka beribadah bukan karena dorongan mengharapkan surga ataupun takut kepada neraka, melainkan karena rasa syukur, cinta, dan keyakinan bahwa Allah SWT memang layak untuk disembah. Ibadah dilakukan sebagai bentuk penghambaan yang tulus kepada Sang Pencipta.

Selain ketiga tipe tersebut, Tgk. Mahadir juga menyoroti fenomena tipe robot, yaitu orang yang menjalankan ibadah hanya karena mengikuti kebiasaan atau rutinitas semata tanpa memahami makna dan esensi dari ibadah yang dilakukan. Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri di tengah kehidupan modern sehingga umat Islam perlu terus meningkatkan kualitas pemahaman terhadap setiap amal ibadah.

Pada akhir ceramahnya, Tgk. Mahadir mengajak seluruh jemaah agar tidak hanya berfokus pada aspek lahiriah atau ritual ibadah, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga "sajadah" kehidupan, yaitu pekerjaan, kepemimpinan, dan berbagai tanggung jawab sehari-hari agar tetap bersih dari perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Momentum bulan suci Muharram, menurutnya, menjadi kesempatan yang tepat bagi setiap muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah SWT, serta menghadirkan nilai-nilai ibadah dalam seluruh aspek kehidupan, sehingga tidak hanya melaksanakan ritual secara formal, tetapi juga mengamalkan esensinya dalam perilaku sehari-hari.

Read more

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Sebanyak empat dosen IAIN Takengon berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK) Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026, program beasiswa hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan pendidikan jenjang

By Humas IAIN Takengon