Rektor IAIN Takengon Hadiri Evaluasi PMB PTKIN 2026, Tekankan Penguatan Layanan dan Perluasan Akses
JAKARTA, 7 Oktober 2026 - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menghadiri kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun 2026 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) atas undangan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Panitia Nasional PMB PTKIN tersebut berlangsung di Hotel Mercure Jakarta Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Rabu (7/10/2026).
Kehadiran Rektor IAIN Takengon dalam forum nasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas penyelenggaraan penerimaan mahasiswa baru, khususnya dalam meningkatkan mutu pelayanan dan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi keagamaan Islam negeri.

Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menilai kegiatan evaluasi tersebut memiliki arti penting dan mendesak bagi peningkatan kualitas layanan PMB di lingkungan PTKIN. Menurutnya, evaluasi tidak hanya menjadi sarana meninjau pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru pada tahun 2026, tetapi juga momentum untuk menata dan menyempurnakan sistem pelayanan agar semakin efektif, tepat sasaran, dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi Kementerian Agama, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Kamaruddin Amin, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Prof. Suyitno, serta Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Sahiron. Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan PMB PTKIN Tahun 2026 sekaligus memperkuat arah kebijakan pengembangan PTKIN ke depan.
Dalam arahannya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Suyitno, menyampaikan apresiasi atas berbagai capaian PTKIN dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam negeri terus memperlihatkan perkembangan positif, terutama dalam peningkatan reputasi, daya saing, dan kepercayaan masyarakat.
Prof. Suyitno juga menyoroti peluang pembukaan program studi umum di lingkungan PTKIN yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Menurutnya, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan sumber daya manusia agar PTKIN semakin siap berkembang dan bersaing, baik di tingkat nasional maupun global.
Selain pengembangan program studi, penguatan riset turut menjadi perhatian dalam arah kebijakan pendidikan tinggi keagamaan Islam. PTKIN didorong untuk memperluas penelitian pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang mampu merespons berbagai persoalan masyarakat sekaligus mendukung program strategis nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Suyitno mengingatkan seluruh PTKIN agar mulai menyiapkan strategi menghadapi kebijakan pendidikan tinggi yang semakin inklusif, termasuk kemungkinan penerapan skema pendidikan tinggi tanpa biaya yang tengah menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Sahiron, menekankan pentingnya inovasi dalam strategi penerimaan mahasiswa baru, terutama melalui penguatan promosi dan peningkatan kualitas layanan pendidikan. Ia juga menggarisbawahi perlunya kesiapan PTKIN dalam mengantisipasi kebijakan baru, termasuk skema kuliah gratis yang sedang dipersiapkan pemerintah.
Forum evaluasi ini turut dihadiri para pimpinan PTKIN dari seluruh Indonesia. Para pimpinan perguruan tinggi berbagi pengalaman mengenai strategi meningkatkan minat masyarakat untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.
Bagi IAIN Takengon, partisipasi Rektor dalam forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat perspektif kelembagaan dalam penyelenggaraan PMB, sekaligus menyelaraskan upaya peningkatan pelayanan dan perluasan akses pendidikan dengan arah kebijakan nasional. Melalui evaluasi dan penguatan koordinasi antarpimpinan PTKIN, diharapkan sistem penerimaan mahasiswa baru ke depan semakin berkualitas, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.