Rektor IAIN Takengon dan Kepala Badan Bahasa Teken MoU, Perkuat Literasi hingga Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Rektor IAIN Takengon dan Kepala Badan Bahasa Teken MoU, Perkuat Literasi hingga Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, S.Sos., M.Si, dalam upaya memperkuat pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang berdaya saing global pada Senin, 20 April 2026.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran Pusat Bahasa di lingkungan IAIN Takengon, sekaligus memperluas kolaborasi dengan Badan Bahasa Nasional.

Dalam keterangannya, Rektor IAIN Takengon menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki tujuan yang jelas dan terarah dalam penguatan kebahasaan.

“Melalui kerja sama ini, kami ingin memperkuat literasi dengan memperluas akses bacaan bagi civitas akademika. Selain itu, pemartabatan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan harus terus digaungkan sebagai identitas bangsa,” ujar Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL.

Ia juga menambahkan bahwa pelestarian bahasa daerah menjadi perhatian penting di tengah semakin berkurangnya jumlah penutur. “Bahasa daerah adalah kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama. Karena itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung pelindungan dan pengembangannya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan pentingnya mendorong internasionalisasi bahasa Indonesia. “Saat ini bahasa Indonesia telah diajarkan di lebih dari 60 negara di dunia dan diminati oleh mahasiswa asing. Ini peluang besar untuk menjadikan bahasa Indonesia semakin dikenal secara global. Sejalan dengan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, kita harus bangga, mahir, dan maju bersama bahasa Indonesia,” tegasnya.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat peran IAIN Takengon sebagai pusat pengembangan literasi dan kebudayaan, serta berkontribusi dalam memajukan bahasa Indonesia di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Read more

FGD Penyusunan Qanun RIPPAR Aceh Tengah 2026, Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

FGD Penyusunan Qanun RIPPAR Aceh Tengah 2026, Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah berkolaborasi dengan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Penyusunan Qanun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, di Ruang Rapat Pimpinan IAIN Takengon. FGD

By Humas IAIN Takengon
Temu Ramah PMI IAIN Takengon Perkuat Kebersamaan dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa

Temu Ramah PMI IAIN Takengon Perkuat Kebersamaan dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Takengon menggelar Temu Ramah Mahasiswa pada Sabtu, 12 September 2026, di Uning Riverside, Pegasing, Aceh Tengah. Mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Solutif, Berintegritas, dan Bersinergi,” kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, serta membangun kebersamaan dalam lingkungan Program

By Humas IAIN Takengon