Perkuat Kolaborasi PTKIN Aceh, IAIN Takengon Terima Kunjungan Silaturahmi IAIN Langsa

Perkuat Kolaborasi PTKIN Aceh, IAIN Takengon Terima Kunjungan Silaturahmi IAIN Langsa

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menerima kunjungan silaturahmi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa yang dihadiri oleh Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution bersama rombongan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperkuat sinergi antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Aceh.

Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan komitmen kampus untuk terus berkembang dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan. Ia menjelaskan bahwa IAIN Takengon saat ini memiliki 135 dosen dan terus berupaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia seiring meningkatnya kebutuhan pengembangan akademik, baik pada jenjang sarjana maupun pascasarjana.

“Atmosfer yang terbangun di IAIN Takengon adalah atmosfer lokal dengan cita rasa nasional, karena sebagian besar dosen berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berharap kampus ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pendidikan.” ujar Prof. Ridwan.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IAIN Langsa, Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh jajaran pimpinan IAIN Takengon. Ia mengaku merasa terhormat dapat berkunjung dan berdiskusi langsung dengan sivitas akademika IAIN Takengon yang dinilainya memiliki semangat tinggi dalam mengembangkan pendidikan Islam.

“Alhamdulillah, kami merasa terhormat bisa singgah dan diterima dengan sangat baik di IAIN Takengon. Kampus ini berdiri kokoh di tengah keindahan alam Gayo dan memiliki semangat yang luar biasa dalam membangun pendidikan Islam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ismail Fahmi menegaskan bahwa kemajuan PTKIN di Aceh tidak harus dibangun melalui kompetisi, melainkan melalui kolaborasi yang saling menguatkan. Menurutnya, PTKIN di Aceh telah menempatkan diri sebagai mitra strategis dalam mengembangkan pendidikan Islam.

“Kita memposisikan PTKIN Aceh sebagai institusi yang kolaboratif, bukan kompetitif. Inilah yang menjadi kekuatan kita untuk melangkah bersama mengembangkan misi pendidikan Islam. Kita saling menguatkan, saling mendoakan, dan saling mengingatkan demi kemajuan bersama,” katanya.

Dalam paparannya, Rektor IAIN Langsa juga menyoroti tiga potensi utama yang dimiliki IAIN Takengon. Pertama, kekuatan geografis dan budaya Gayo yang kaya akan nilai adat dan kearifan lokal yang dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kedua, potensi riset yang sangat besar, mengingat kawasan Gayo memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan sosial yang dapat menjadi laboratorium pendidikan serta penelitian yang membedakan IAIN Takengon dari PTKIN lainnya. Ketiga, kuatnya akselerasi kerja sama antara kampus dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai organisasi yang menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan institusi.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap visi pengembangan sumber daya manusia yang dijalankan oleh Rektor IAIN Takengon. Menurutnya, langkah tersebut sangat strategis untuk memperkokoh posisi IAIN Takengon sebagai pusat pengembangan peradaban ilmu pengetahuan.

“Visi pengembangan SDM yang dibangun oleh Pak Rektor sangat tepat untuk memperkuat dan mengokohkan IAIN Takengon sebagai peradaban ilmu. Terima kasih atas inspirasi yang diberikan. Mudah-mudahan kolaborasi ini tidak berhenti pada silaturahmi semata, tetapi dapat terus dikembangkan melalui berbagai program Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tuturnya.

Kunjungan silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan kerja sama yang lebih luas antara IAIN Takengon dan IAIN Langsa, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan demi kemajuan PTKIN di Aceh.

Read more

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Sebanyak empat dosen IAIN Takengon berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK) Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026, program beasiswa hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan pendidikan jenjang

By Humas IAIN Takengon