Menggali Konsep 'Self-Love' Qur'ani: LPPM IAIN Takengon Bahas Solusi Cegah Parental Burnout
Menjadi orang tua adalah tugas mulia, namun tekanan pengasuhan sehari-hari yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada kelelahan kronis atau parental burnout. Menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan spiritual, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon menggelar Coffee Morning bertajuk "Qur'anic Self-Love in Parenting: Preventing Parental Burnout" pada Rabu, 28 Oktober 2026 di Ruang Sidang LPPM.
Forum kajian ini menghadirkan Dr. Dwi Sukmanila Syaska, M. Is., Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir IAIN Takengon, yang mengupas tuntas titik temu antara psikologi pengasuhan dan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Dalam pemaparannya, Dr. Dwi menegaskan bahwa self-love atau mencintai diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan implementasi dari ajaran Al-Qur'an tentang hifzh an-nafs (menjaga jiwa) dan rahmah bin nafs (kasih sayang terhadap diri sendiri). Ia menyoroti prinsip dasar dalam Al-Qur'an yang menempatkan penjagaan diri sendiri sebagai prasyarat sebelum menjaga keluarga, sebagaimana tersirat dalam berbagai tuntunan syariat untuk tidak membebani jiwa di luar kemampuannya (QS. Al-Baqarah: 286).
"Makna self-love dalam pengasuhan adalah kita memiliki belas kasih, atau rahmah, terhadap diri kita sendiri sebagai orang tua," ujar Dr. Dwi. Konsep ini sejalan dengan seruan Al-Qur'an (QS. At-Tahrim: 6) yang memerintahkan manusia untuk menjaga diri sendiri terlebih dahulu (quu anfusakum) baru kemudian keluarganya (wa ahlikum).
Lebih lanjut, Dr. Dwi membumikan ajaran Qur'ani ini ke dalam praktik sehari-hari. Pemenuhan hak-hak dasar fisik seperti makan dan minum saat lelah bukanlah kelalaian dalam mengasuh, melainkan wujud ketaatan dalam memberikan hak pada tubuh.
"Jika kita menghadapi kesulitan dalam pengasuhan, jangan lupa untuk makan dan minum terlebih dahulu, karena tubuh kita membutuhkannya. Kita harus mencintai dan merawat diri sendiri terlebih dahulu sebelum mencintai anak-anak kita," jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 10.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran staf LPPM, dosen, peneliti serta mahasiswa. Melalui kajian yang mengintegrasikan ilmu parenting modern dengan tafsir Al-Qur'an ini, LPPM IAIN Takengon berharap dapat terus melahirkan diskursus akademik yang aplikatif dan memberikan solusi nyata bagi ketahanan keluarga di masyarakat.