Meneguhkan Dedikasi Calon Guru, Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon Bekali 138 Mahasiswa PPKPM 2026 Sebelum Mengabdi di Kecamatan Linge
Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan Pembekalan Praktik Profesi Keguruan dan Pengabdian Masyarakat (PPKPM) Tahun 2026 pada Senin, 6 Juli 2026 di Aula IAIN Takengon. Kegiatan ini menjadi bekal akademik, profesional, dan spiritual bagi mahasiswa sebelum melaksanakan praktik profesi keguruan sekaligus pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Ketua Panitia, Dr. Muhammad Firdaus, M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa PPKPM Tahun 2026 diikuti oleh 138 mahasiswa Fakultas Tarbiyah. Dari jumlah tersebut, 103 mahasiswa akan diberangkatkan pada gelombang pertama, sedangkan 35 mahasiswa akan mengikuti pemberangkatan gelombang kedua. Seluruh peserta akan ditempatkan di sejumlah desa di Kecamatan Linge untuk melaksanakan praktik mengajar sekaligus pengabdian kepada masyarakat dalam satu program yang terintegrasi.

Dekan Fakultas Tarbiyah, Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed., Ph.D., menegaskan bahwa PPKPM merupakan program terintegrasi yang menggabungkan Praktik Profesi Keguruan (PPK) dan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM).
Ia mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menjaga etika dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Gayo, khususnya empat prinsip Sumang, yakni Sumang Kenunulen (etika saat duduk), Sumang Percerakan (etika dalam bertutur kata), Sumang Pelangkahan (etika dalam bepergian dan menjaga pergaulan), serta Sumang Penengonen (etika dalam menjaga pandangan). Menurutnya, perilaku setiap mahasiswa akan mencerminkan nama baik institusi sehingga integritas dan akhlak harus selalu dijaga selama berada di tengah masyarakat.

Pada sesi pembekalan, Dr. Muhammad Riza, M.A. menyampaikan materi bertajuk "Guru dan Pengabdian: Meneguhkan Dedikasi, Menginspirasi Perubahan, Membangun Masa Depan Pendidikan." Ia menegaskan bahwa agama harus menjadi benteng utama dalam menjalankan pengabdian. Mahasiswa yang akan diterjunkan ke masyarakat diharapkan menjaga keistiqamahan, memperbaiki niat, serta menjadikan PPKPM sebagai wadah belajar dan mengabdi, bukan sekadar memenuhi syarat akademik.

Menurutnya, profesi guru merupakan profesi yang sangat mulia. Secara filosofis, kata guru berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu "Gu" yang berarti kegelapan dan "Ru" yang berarti menghilangkan. Artinya, guru hadir sebagai pembawa cahaya untuk menghilangkan kebodohan dan membangun peradaban melalui pendidikan.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memahami hakikat dan tanggung jawab sebagai calon guru dengan menjaga empat nilai Sumang, membangun hubungan baik dengan masyarakat, bertawakal kepada Allah SWT, serta menanamkan profesionalisme, kedisiplinan, dan keikhlasan dalam setiap pengabdian. Menurutnya, guru adalah pewaris para nabi yang harus menjadi teladan melalui akhlak dan perilaku.
Mengakhiri materinya, Dr. Muhammad Riza menyoroti tantangan guru di era disrupsi yang menuntut kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, adab, dan karakter. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang guru tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh integritas, akhlak, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Materi kedua disampaikan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah, Nashrin, S.Sos., dengan tema "Peran Pemerintah dalam Pengabdian kepada Masyarakat." Ia menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus sekaligus calon pemimpin yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap program yang dilaksanakan harus memberikan manfaat dan menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Nashrin menjelaskan bahwa wilayah Kecamatan Linge termasuk kawasan pasca bencana. Karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta menjunjung adat istiadat dan kearifan lokal.
Ia juga mengingatkan bahwa selama berada di desa, mahasiswa membawa nama baik IAIN Takengon, mahasiswa merupakan duta kampus. Dengan demikian, seluruh sikap, perilaku, dan aktivitas mahasiswa akan menjadi cerminan institusi. Program kerja yang disusun hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung visi pembangunan Kabupaten Aceh Tengah.
Selanjutnya, Dede Zulfikar, M.Pd., menyampaikan materi mengenai teknis pelaksanaan dan pelaporan PPKPM. Ia menjelaskan bahwa laporan yang berkualitas bukanlah laporan yang tebal, melainkan laporan yang mampu menggambarkan secara utuh proses, data, pelaksanaan kegiatan, serta dampak yang dihasilkan selama pengabdian di lapangan. Mahasiswa juga didorong untuk mendokumentasikan setiap tahapan kegiatan secara sistematis sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik.

Sebagai materi penutup, Muchlas, S.T. dari Tim Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (TIPD) IAIN Takengon memberikan pembekalan mengenai sistem pelaporan kegiatan berbasis SIAKAD Cloud.

Melalui kegiatan pembekalan ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon berharap seluruh peserta PPKPM Tahun 2026 mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan, mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Lebih dari itu, mahasiswa diharapkan menjadi duta IAIN Takengon yang mampu menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan budaya lokal, serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi kemajuan pendidikan di tengah masyarakat.