LPPM IAIN Takengon Terima Kunjungan Tim Peneliti Kolaboratif UIN Suska Riau
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon menerima kunjungan Tim Peneliti Kolaboratif dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, Selasa (30/6/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan penelitian kolaboratif yang mengangkat tema integrasi kearifan lokal Gayo dalam kajian ekoteologi.

Rombongan peneliti dipimpin oleh Dr. Mustiqowati U. F., M.Si, bersama tim peneliti dari UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini berfokus pada pengkajian nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Gayo sebagai landasan penguatan perspektif ekoteologi, yakni pendekatan yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. Isu ekoteologi sendiri terus berkembang di berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebagai bagian dari penguatan pendidikan dan riset berkelanjutan.
Kedatangan tim peneliti diterima langsung oleh Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA, didampingi Kepala Pusat Pengembangan Karir, Dr. Rahayu Subakat, MA. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi akademik.

Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada IAIN Takengon sebagai mitra penelitian. Menurutnya, wilayah Gayo memiliki kekayaan nilai budaya dan kearifan lokal yang sangat relevan untuk dikaji dalam perspektif keislaman dan keberlanjutan lingkungan.
"Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jejaring riset antarlembaga sekaligus mengangkat nilai-nilai lokal Gayo sebagai sumber pengetahuan yang memiliki kontribusi terhadap pengembangan kajian ekoteologi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Dr. Mustiqowati U. F., M.Si, menjelaskan bahwa penelitian tersebut bertujuan menggali praktik-praktik budaya masyarakat Gayo yang mencerminkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan nilai-nilai religius. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan sekaligus menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan maupun pendidikan berbasis kearifan lokal.
Selain melakukan diskusi akademik dengan jajaran LPPM, tim peneliti juga akan melaksanakan pengumpulan data lapangan melalui observasi dan wawancara dengan berbagai tokoh masyarakat serta pemangku adat di kawasan Gayo.
Melalui kegiatan ini, kedua perguruan tinggi berharap dapat memperkuat sinergi dalam bidang penelitian, publikasi ilmiah, serta pengembangan kajian keislaman yang responsif terhadap isu-isu lingkungan dan pelestarian budaya lokal. Kolaborasi tersebut juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam menghasilkan riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.