IAIN Takengon Letakkan Batu Pertama Pembangunan Mushala Al Fikri di Kampus Gergung
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan mushala Al Fikri di Kampus Gergung, Jumat (2/10/2026). Pembangunan mushala tersebut diharapkan menjadi fasilitas ibadah sekaligus mendukung penguatan kehidupan kerohanian bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar kampus.

Peletakan batu pertama dihadiri Rektor IAIN Takengon Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si., Plt. Sekda Kab. Aceh Tengah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Ketua MPU Aceh Tengah, Kepala Baitul Mas, Ketua SKPK dan jajaran Forkopimda, serta sivitas akademika IAIN Takengon.
Rektor IAIN Takengon Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL mengatakan pembangunan mushala ditargetkan dapat diselesaikan dan mulai difungsikan pada bulan Ramadan mendatang. Keberadaan mushala diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi laboratorium kerohanian bagi warga kampus.
“Targetnya pada Ramadan nanti mushala ini sudah bisa difungsikan oleh warga kampus dan masyarakat sekitar. Kita berharap mushala ini nantinya menjadi laboratorium kerohanian,” kata Prof. Ridwan.

Ia menjelaskan, pembangunan mushala tersebut didukung melalui bantuan Menteri Agama dan dana pembangunan kampus. Selain itu, IAIN Takengon juga membuka peluang partisipasi masyarakat melalui donasi untuk mendukung penyelesaian pembangunan mushala.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah Drs. Haili Yoga, M.Si. menyampaikan dukungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terhadap pembangunan mushala di lingkungan Kampus Gergung. Ia mengatakan pemerintah daerah akan turut membantu proses pembangunan fasilitas ibadah tersebut.
“Kita bahagia dari jamaah Masjid Ruhama Takengon bisa bersama-sama mengikuti peletakan batu pertama pembangunan mushala di Kampus IAIN Takengon,” ujar Haili Yoga.

Pembangunan mushala ini diharapkan dapat memperkuat fasilitas keagamaan di lingkungan IAIN Takengon sekaligus menjadi ruang bagi pelaksanaan kegiatan ibadah, pembinaan keagamaan, dan aktivitas kerohanian yang melibatkan sivitas akademika maupun masyarakat sekitar.