IAIN Takengon Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi PGMI, Perkuat Komitmen Peningkatan Mutu
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) akreditasi Program Studi S1 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah, Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses akreditasi yang bertujuan memastikan kesesuaian antara dokumen akreditasi dengan implementasi penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.

Asesmen Lapangan Prodi PGMI dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dengan menghadirkan tim asesor Prof. Dr. Supriadi, M.Pd. dan Dr. Misriandi, M.Pd.
Dalam sambutannya, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, M.CL., menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim asesor. Menurutnya, asesmen lapangan tidak hanya menjadi proses penilaian akreditasi, tetapi juga kesempatan memperoleh masukan yang konstruktif dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.

Rektor menjelaskan bahwa IAIN Takengon terus mengalami perkembangan kelembagaan. Saat ini kampus memiliki empat lokasi, didukung oleh 140 dosen, lebih dari 65 orang bergelar doktor, serta tenaga pendidik dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi kekuatan dalam membangun budaya akademik yang berkualitas.
"Kehadiran Bapak dan Ibu Asesor diharapkan tidak hanya memberikan penilaian terhadap Prodi PGMI, tetapi juga menghadirkan saran dan masukan yang dapat kami tindak lanjuti demi peningkatan mutu seluruh program studi di IAIN Takengon. Momentum ini juga menjadi bagian dari langkah kami menuju transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)," ujar Rektor.

Perwakilan asesor LAMDIK, Prof. Dr. Supriadi, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh dokumen akreditasi telah dipelajari sebelum pelaksanaan asesmen. Oleh karena itu, agenda utama selama asesmen lapangan adalah mencocokkan data yang telah disampaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
"Dokumen-dokumen yang disampaikan sebelumnya sudah kami pelajari. Pada asesmen lapangan ini, fokus kami adalah mencocokkan data yang ada agar prosesnya dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai harapan," ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa jarak tempuh menuju Takengon bukanlah hambatan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan. Menurutnya, proses asesmen diharapkan dapat menghasilkan pemahaman bersama mengenai arah pengembangan Program Studi PGMI ke depan.
Selama asesmen berlangsung, tim asesor melakukan verifikasi dokumen, peninjauan sarana dan prasarana, serta wawancara dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan sebagai bagian dari proses penilaian mutu program studi.
Melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan ini, IAIN Takengon berharap Prodi PGMI terus meningkatkan kualitas akademik dan tata kelola, sekaligus memperkuat budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
