Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon Yudisium 85 Mahasiswa, Tekankan Kompetensi dan Penguatan Karakter Lulusan
Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menggelar Yudisium Program Sarjana Tahun Akademik 2025/2026 di Aula Kampus Induk IAIN Takengon, Rabu (24/6/2026). Sebanyak 85 mahasiswa dari delapan program studi resmi mengikuti prosesi yudisium sebagai penanda telah selesainya proses akademik di Fakultas Tarbiyah.
Peserta yudisium berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Tadris Matematika, Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Bahasa Inggris (TBI), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), serta Bimbingan Konseling dan Pendidikan Islam (BKPI).
Ketua Panitia Yudisium, Dr. M. Firdaus, M.A., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana.
"Setelah sekian lama berjuang di Fakultas Tarbiyah, alhamdulillah hari ini telah sampai pada tahap yudisium. Ini merupakan momentum pelepasan setelah selama delapan semester dibina dan dididik oleh fakultas, dan kini saatnya kembali ke tengah masyarakat untuk mengamalkan ilmu yang telah diperoleh," ujarnya.

Kegiatan yudisium turut diisi orasi ilmiah oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, Ihsannuddin, M.Pd. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa lulusan Fakultas Tarbiyah harus memiliki kompetensi akademik, profesional, sosial, dan digital agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang.
Menurutnya, penguasaan bidang keilmuan, kemampuan mengajar, melakukan penelitian, menyusun karya ilmiah, serta memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) secara bijak merupakan kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap lulusan.
"Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kompetensi sosial dan komunikasi. Kemampuan bekerja sama, membangun jejaring, serta menyelesaikan konflik secara konstruktif menjadi modal penting dalam kehidupan profesional," jelasnya.
Selain kompetensi, Ihsannuddin juga menekankan pentingnya karakter sebagai identitas lulusan. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, komitmen terhadap nilai moral, serta semangat belajar sepanjang hayat harus terus dipelihara sebagai bekal menghadapi dinamika dunia kerja.

Perwakilan peserta yudisium, Salma dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan akademik yang telah dilalui bersama seluruh sivitas akademika Fakultas Tarbiyah.
"Hari ini menjadi momen yang sangat berharga bagi kami. Selama menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah, kami tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar tentang arti tanggung jawab, kesabaran, dan bagaimana menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon, Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed., Ph.D., mengingatkan bahwa yudisium bukanlah akhir dari proses belajar.
"Hari ini saudara-saudara telah resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan. Namun perlu diingat bahwa ijazah hanyalah tanda bahwa seseorang pernah menempuh pendidikan tinggi. Jika ilmu yang dimiliki tidak memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat, maka ijazah itu hanya menjadi selembar kertas," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh lulusan untuk terus menjaga integritas, karakter, dan nama baik almamater, sekaligus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi pendidik dan pemimpin yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan yudisium ini, Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon berharap para lulusan mampu menjadi sarjana yang kompeten, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta siap berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan dan pembangunan masyarakat.