Dosen IAIN Takengon Jadi Pembicara Kuliah Tamu di UIN Raden Fatah Palembang, Bahas Pendekatan Interdisipliner dalam Penafsiran Al-Qur’an
Dosen Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Dr. Irhas, M.A., menjadi pembicara dalam kegiatan Kuliah Tamu Program Studi Magister (S2) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Fushpi B Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam tersebut juga diikuti secara hybrid melalui Zoom Meeting. Dalam kesempatan itu, Dr. Irhas membawakan materi bertema “Pendekatan Interdisipliner dalam Penafsiran Al-Qur’an” dengan mengangkat pentingnya integrasi ilmu tafsir dan ilmu pengetahuan modern dalam menjawab berbagai persoalan kehidupan kontemporer.

Dalam pemaparannya, Dr. Irhas menekankan bahwa kajian tafsir Al-Qur’an perlu terus dikembangkan agar tidak hanya berkutat pada pembahasan tradisional, tetapi juga mampu menjawab tantangan dan realitas kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, salah satu tantangan studi tafsir adalah munculnya anggapan bahwa kajian Al-Qur’an jauh dari isu-isu aktual, sehingga generasi muda kerap kesulitan menemukan relevansinya dalam kehidupan modern.
Ia mencontohkan sejumlah fenomena sosial yang berkembang saat ini, seperti marriage is scary, stop the wedding, childfree, gaming disorder, perilaku belanja kompulsif (compulsive buying), hingga parental burnout. Berbagai persoalan tersebut, menurutnya, dapat menjadi ruang kajian untuk menggali bagaimana nilai-nilai dan petunjuk Al-Qur’an memberikan perspektif serta solusi terhadap persoalan manusia masa kini.
Lebih lanjut, pendekatan interdisipliner menjadi salah satu tawaran penting dalam pengembangan studi tafsir. Pendekatan ini memanfaatkan perspektif berbagai disiplin ilmu untuk membantu memahami dan menafsirkan Al-Qur’an. Integrasi tersebut bukan untuk menggantikan kedudukan wahyu, melainkan memperkaya proses penafsiran agar pesan-pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih kontekstual dan memberikan jawaban terhadap persoalan zaman yang terus berkembang.

Dr. Irhas juga menegaskan bahwa pengembangan pendekatan interdisipliner tidak cukup hanya dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu. Diperlukan penyatuan konsep, metode, dan teori, serta kolaborasi dan kerja sama antara para pakar atau ilmuwan dari berbagai bidang keilmuan agar menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.
Melalui kuliah tamu ini, diharapkan kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semakin terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat. Kehadiran dosen IAIN Takengon dalam forum akademik tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan antarperguruan tinggi.