Dorong Wirausaha Muda, LPPM IAIN Takengon Dampingi 30 Kelompok Mahasiswa Kembangkan Bisnis

Dorong Wirausaha Muda, LPPM IAIN Takengon Dampingi 30 Kelompok Mahasiswa Kembangkan Bisnis

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) memulai program Inkubasi Bisnis Season 1 Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat kapasitas kewirausahaan mahasiswa. Sebanyak 30 kelompok mahasiswa terpilih akan mengikuti pendampingan intensif selama empat bulan untuk mengembangkan gagasan dan meningkatkan potensi usaha yang dimiliki.

Program ini diawali oleh Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA, melalui sinergi bersama para pengampu mata kuliah Kewirausahaan di Fakultas Tarbiyah serta Fakultas Syariah, Dakwah, dan Ushuluddin. Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mempertemukan proses pembelajaran di kelas dengan praktik pengembangan bisnis secara langsung.

Inkubasi Bisnis Season 1 berada di bawah koordinasi Pusat Career Development Center (CDC) LPPM IAIN Takengon yang dipimpin Dr. Rahayu Subakat, MA. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya didorong untuk melahirkan ide usaha, tetapi juga dibekali pendampingan agar mampu mengembangkan bisnis secara terencana dan berkelanjutan.

Selama masa inkubasi, 30 kelompok peserta akan memperoleh bimbingan dari tim inkubasi bisnis LPPM IAIN Takengon. Pendampingan difokuskan pada penguatan kapasitas usaha serta upaya meningkatkan skala bisnis atau upscaling, dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi masing-masing kelompok.

Rangkaian program akan diakhiri dengan kegiatan pitching, yaitu sesi presentasi yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memaparkan gagasan, perkembangan, serta potensi usaha mereka. Kegiatan ini direncanakan melibatkan akademisi, pelaku usaha, serta perwakilan perbankan, termasuk Bank Aceh dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh evaluasi, saran, dan perspektif dari berbagai pihak yang memiliki pengalaman di bidang akademik, bisnis, dan pembiayaan. Dengan demikian, peserta dapat mengidentifikasi peluang pengembangan usaha sekaligus memahami kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mahasiswa, kelompok yang ditetapkan sebagai pemenang akan memperoleh uang pembinaan serta kesempatan mengajukan pembiayaan kepada lembaga terkait. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah lanjutan bagi peserta dalam memperkuat usaha yang telah dirintis.

Melalui Inkubasi Bisnis 2026, LPPM IAIN Takengon berupaya membangun ekosistem kewirausahaan kampus yang menghubungkan mahasiswa, dosen pengampu, tim pendamping, dan mitra usaha. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka ruang tumbuh bagi usaha mahasiswa sekaligus memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan praktik kewirausahaan.

Read more

Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon Perpanjang Pendaftaran Tarbiyah Fair 2026 hingga 6 November

Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon Perpanjang Pendaftaran Tarbiyah Fair 2026 hingga 6 November

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon memperpanjang masa pendaftaran Tarbiyah Fair 2026 hingga Jumat, 6 November 2026, pukul 16.00 WIB. Perpanjangan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan siswa yang belum sempat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang diselenggarakan. Tarbiyah Fair 2026 dijadwalkan berlangsung

By Humas IAIN Takengon
IAIN Takengon Raih Penghargaan Satker Terbaik Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Triwulan III 2026

IAIN Takengon Raih Penghargaan Satker Terbaik Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Triwulan III 2026

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menerima penghargaan sebagai Satuan Kerja (Satker) Terbaik Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Periode Triwulan III Tahun 2026 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Takengon. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) akhir tahun yang berlangsung pada Senin, 2 November 2026, di

By Humas IAIN Takengon