DEMA IAIN Takengon Angkat Isu Pemulihan Pascabencana dan Inflasi Wilayah Tengah Aceh di Rakerwil BEM SI
Takengon – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon berpartisipasi dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Wilayah Aceh ke-IV yang berlangsung di Universitas Samudra, Kota Langsa, pada 9–11 Oktober 2026.
Delegasi DEMA IAIN Takengon dihadiri oleh Presiden Mahasiswa Nikmah Rizki dan Wakil Presiden Mahasiswa Fiha Dian Fitra. Dalam forum tersebut, DEMA IAIN Takengon membawa sejumlah isu strategis yang dihadapi masyarakat di wilayah tengah Aceh, terutama terkait pemulihan pascabencana, rehabilitasi dan rekonstruksi, penguatan ekonomi lokal, serta keselamatan masyarakat.

Selain itu, DEMA IAIN Takengon turut menyoroti persoalan inflasi di wilayah tengah Aceh yang berdampak pada meningkatnya harga barang dan kelangkaan sejumlah kebutuhan masyarakat. Persoalan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius agar proses pemulihan daerah dapat berjalan optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Isu-isu yang disampaikan oleh DEMA IAIN Takengon mendapat perhatian dalam forum Rakerwil dan diangkat menjadi isu nasional yang akan dibahas serta dikawal lebih lanjut di tingkat pusat. Hal ini menjadi langkah penting dalam mendorong agar persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah tengah Aceh mendapat perhatian lebih luas dan ditindaklanjuti melalui advokasi mahasiswa.

Selain membahas isu-isu strategis, keikutsertaan DEMA IAIN Takengon dalam Rakerwil BEM SI Wilayah Aceh ke-IV juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antarmahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Forum tersebut dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman, bertukar pikiran, serta membangun komunikasi dan kolaborasi antarpresiden mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan daerah maupun nasional.
Melalui partisipasi ini, DEMA IAIN Takengon diharapkan terus berperan aktif dalam menyuarakan aspirasi masyarakat, khususnya di wilayah tengah Aceh, serta mendorong penyelesaian persoalan daerah melalui gerakan mahasiswa yang kolaboratif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
