Coffee Morning LPPM IAIN Takengon Bahas Reinterpretasi Masa Iddah di Era Modern

Coffee Morning LPPM IAIN Takengon Bahas Reinterpretasi Masa Iddah di Era Modern

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar program Coffee Morning with LPPM sebagai forum diseminasi hasil penelitian dan penguatan tradisi akademik di lingkungan kampus. Kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Anwar MS, M.H sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Reinterpreting the Iddah Period in the Modern Era: Between Classical Texts to Socio-Communal Context.”

Acara yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan tersebut ipandu oleh Dr. Muhammad Riza, MA, selaku Ketua LPPM IAIN Takengon.

Dalam paparannya, Dr. Anwar menjelaskan bahwa masa iddah merupakan salah satu ketentuan hukum Islam yang memiliki landasan kuat dalam Al-Qur'an dan hadis. Namun demikian, dinamika kehidupan masyarakat modern menghadirkan berbagai persoalan baru yang menuntut pembacaan kembali terhadap implementasi ketentuan tersebut tanpa mengabaikan prinsip-prinsip syariat.

Menurutnya, reinterpretasi terhadap masa iddah bukan berarti mengubah substansi hukum Islam, melainkan memahami tujuan (maqāṣid) di balik pensyariatan iddah dengan mempertimbangkan perubahan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kondisi kehidupan perempuan pada era kontemporer.

"Pendekatan terhadap hukum Islam harus mampu mempertemukan otoritas teks klasik dengan realitas sosial yang terus berkembang. Dengan demikian, hukum Islam tetap relevan sebagai pedoman yang menghadirkan keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan terhadap martabat manusia," ujarnya.

Dr. Anwar juga menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam kajian fikih keluarga Islam, sehingga berbagai persoalan kontemporer dapat dianalisis secara lebih komprehensif melalui perspektif hukum, sosiologi, antropologi, maupun studi gender yang tetap berlandaskan nilai-nilai syariat.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai implementasi hukum iddah dalam konteks perempuan bekerja, perkembangan teknologi kesehatan, hingga dinamika kehidupan keluarga Muslim pada era digital.

Moderator, Dr. Muhammad Riza, MA, menyampaikan bahwa tema yang diangkat menjadi salah satu contoh penting bagaimana hasil penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan hukum Islam yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa meninggalkan khazanah keilmuan klasik.

Ia menambahkan, Coffee Morning with LPPM merupakan agenda rutin yang dirancang untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, dan mahasiswa dalam mendiskusikan berbagai hasil riset mutakhir, sekaligus membangun budaya ilmiah yang produktif di lingkungan IAIN Takengon.

"Melalui forum ini, kami berharap lahir diskusi-diskusi akademik yang tidak hanya memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Dr. Muhammad Riza.

Program Coffee Morning with LPPM menjadi salah satu upaya LPPM IAIN Takengon dalam memperkuat budaya riset, memperluas diseminasi hasil penelitian, serta mendorong kolaborasi akademik yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kehidupan masyarakat.

Read more

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Empat Dosen IAIN Takengon Raih Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 untuk Studi Doktor

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon. Sebanyak empat dosen IAIN Takengon berhasil lolos sebagai penerima Beasiswa Unggulan Keagamaan (BUK) Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Tahun 2026, program beasiswa hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk melanjutkan pendidikan jenjang

By Humas IAIN Takengon