Coffee Morning LPPM IAIN Takengon Bahas Muslim Perbatasan Aceh–Sumut dan Resolusi Konflik Sosial
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar program Coffee Morning with LPPM, Rabu (1/7/2026), sebagai wadah diseminasi hasil riset dan penguatan budaya akademik di lingkungan kampus.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang LPPM IAIN Takengon tersebut menghadirkan Dr. Rahayu Subakat, MA sebagai narasumber dengan tema “Borderland Muslims of the Aceh–North Sumatra Highlands: Characteristics of Religious Practices, Religious Traditions, and Social Conflict Resolution.” Acara dimoderatori oleh Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Muhammad Riza, MA.
Dalam pemaparannya, Dr. Rahayu Subakat mengungkapkan bahwa masyarakat Muslim yang mendiami kawasan perbatasan dataran tinggi Aceh dan Sumatera Utara memiliki karakteristik kehidupan keagamaan yang khas. Identitas keislaman di wilayah perbatasan berkembang melalui proses interaksi budaya yang panjang, sehingga melahirkan praktik keagamaan dan tradisi religius yang mampu mengakomodasi nilai-nilai lokal tanpa menghilangkan prinsip-prinsip ajaran Islam.
Menurutnya, masyarakat perbatasan tidak hanya menjadi ruang perjumpaan dua wilayah administratif, tetapi juga menjadi arena dialog budaya yang memperlihatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman tradisi dan identitas.
"Tradisi keagamaan yang tumbuh di kawasan perbatasan menjadi modal sosial yang penting dalam membangun kohesi masyarakat serta memperkuat mekanisme penyelesaian konflik secara damai melalui pendekatan adat, agama, dan musyawarah," jelasnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta yang berasal dari kalangan dosen, peneliti, dan mahasiswa. Berbagai isu mengenai relasi agama, budaya lokal, identitas masyarakat perbatasan, hingga tantangan menjaga kerukunan sosial menjadi fokus pembahasan selama kegiatan berlangsung.
Moderator, Dr. Muhammad Riza, MA, menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan posisi IAIN Takengon sebagai perguruan tinggi yang berada di wilayah dataran tinggi Gayo yang memiliki keragaman budaya serta kedekatan dengan kawasan perbatasan Aceh dan Sumatera Utara.
Menurutnya, hasil-hasil penelitian mengenai masyarakat perbatasan perlu terus didorong agar mampu memberikan kontribusi akademik sekaligus menjadi rekomendasi kebijakan dalam memperkuat kehidupan sosial-keagamaan masyarakat.
"Kami berharap Coffee Morning with LPPM terus menjadi ruang bertemunya para akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mendiskusikan berbagai hasil riset yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat," ujarnya.
Program Coffee Morning merupakan agenda rutin LPPM IAIN Takengon yang bertujuan memperkuat atmosfer akademik, meningkatkan budaya riset, serta memperluas diseminasi hasil penelitian kepada sivitas akademika dan masyarakat.