Bertambah 22 Doktor Baru, IAIN Takengon Kini Miliki 53 Doktor
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menggelar acara syukuran dan prosesi adat tepung tawar (peusijuk) bagi 22 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berhasil menyelesaikan pendidikan program doktor (S3), Rabu (22/7/2026), di Aula Kampus Induk IAIN Takengon. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur atas bertambahnya sumber daya manusia bergelar doktor sekaligus bentuk penghormatan terhadap pencapaian akademik yang diraih sivitas akademika.

Prosesi tepung tawar berlangsung khidmat dengan nuansa adat Gayo yang sarat makna. Tradisi ini menjadi simbol doa, keberkahan, dan harapan agar ilmu yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat bagi pengembangan institusi, masyarakat, dan bangsa. Melalui kegiatan tersebut, IAIN Takengon juga menegaskan komitmennya dalam menjaga kearifan lokal sebagai bagian dari budaya akademik kampus.
22 doktor baru tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu dan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagian menyelesaikan studi di Medan dan Banda Aceh, sementara lainnya menempuh pendidikan di Sudan dan Australia. Keragaman latar belakang keilmuan ini diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan IAIN Takengon.
Acara syukuran turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tengah, di antaranya Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, M.S.P., Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto, Wakapolres Aceh Tengah Kompol Samsir, S.H., serta Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah Tgk. Amry Jalaludin. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di IAIN Takengon.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL., menyampaikan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pengembangan kelembagaan dan infrastruktur kampus.
“Kampus kita saat ini berkembang di empat titik, yaitu Kampus Induk, Gergung, Mulie Jadi, dan Mongal. Pengembangan fasilitas ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar IAIN Takengon semakin maju,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Czi Rudy Haryanto berharap para doktor baru mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat.
“Semoga ilmu yang didapat dapat memberikan kontribusi yang signifikan, baik di kampus, pemerintahan, maupun masyarakat. Harapannya, ilmu tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan menyampaikan apresiasi atas bertambahnya jumlah doktor di IAIN Takengon. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi modal penting bagi pengembangan institusi.
“IAIN Takengon kaya dengan SDM. Selamat kepada para doktor baru. Dengan bertambahnya doktor, kami berharap proses transformasi menuju Universitas Islam Negeri (UIN) dapat segera terwujud sehingga kampus ini semakin berkembang,” ungkapnya.
Dengan bertambahnya 22 doktor baru tersebut, jumlah sumber daya manusia bergelar doktor di lingkungan IAIN Takengon kini mencapai 53 orang, terdiri atas 49 dosen dan 4 tenaga kependidikan. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas akademik IAIN Takengon sekaligus memperkuat langkah institusi menuju transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).