Bangun Generasi Peduli, PSGA IAIN Takengon Bekali Pelajar dengan Keterampilan Konselor Sebaya

Bangun Generasi Peduli, PSGA IAIN Takengon Bekali Pelajar dengan Keterampilan Konselor Sebaya

Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon memperkuat kapasitas pelajar tingkat SMA melalui kegiatan Pelatihan Konselor Sebaya Tingkat SMA bertema “Membangun Generasi Peduli: Penguatan Kapasitas Konselor Sebaya dalam Mewujudkan Sekolah Aman, Inklusif, dan Sehat Mental”. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong terbentuknya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung kesehatan mental peserta didik.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) IAIN Takengon, Dr. Izzatur Rusuli, M.Ed., menyampaikan bahwa PSGA merupakan salah satu pusat studi di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakar (LPPM) IAIN Takengon yang berfokus pada upaya pencegahan kekerasan seksual, perlindungan kelompok rentan, serta penciptaan lingkungan lembaga pendidikan yang aman dari kekerasan dan diskriminasi.

Ia menjelaskan bahwa pelatihan konselor sebaya tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya, khususnya terkait penanganan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan memiliki kepekaan dan empati terhadap teman sebaya yang menghadapi persoalan, termasuk mereka yang mengalami kekerasan atau perundungan tetapi merasa segan untuk melapor kepada guru.

“Harapannya, adik-adik dapat menjadi perpanjangan tangan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Setidaknya, mereka mampu membantu teman yang sedang menghadapi masalah dan mendorongnya untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada guru BK agar mendapatkan pendampingan yang tepat,” ungkapnya.

Menurut Dr. Izzatur Rusuli keberadaan konselor sebaya menjadi penting karena pelajar sering kali merasa lebih nyaman bercerita kepada teman yang dekat dengan mereka. Oleh karena itu, kemampuan mendengarkan, memahami kondisi orang lain, menjaga kepercayaan, dan mengetahui kapan harus meminta bantuan guru atau tenaga profesional menjadi bagian penting dalam membangun dukungan antarteman di sekolah.

Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Takengon, Dr. Al Musanna, MA., menekankan pentingnya kolaborasi dan ruang dialog untuk memahami persoalan yang dihadapi peserta didik. Ia mengajak para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, memperkaya perspektif, dan merumuskan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik.

“Melalui kegiatan ini, kita duduk bersama untuk berbagi dan membicarakan persoalan yang dihadapi adik-adik di sekolah. Konselor sebaya dapat menjadi ruang untuk bercerita dari hati ke hati, saling memahami, dan memperkaya perspektif tentang apa yang dapat kita lakukan ke depan,” ujarnya.

Dr. Al Musanna juga mengingatkan bahwa pendidikan semestinya menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan sumber tekanan bagi peserta didik. Ia mengaitkan harapan tersebut dengan pemikiran Ki Hadjar Dewantara yang memandang sekolah sebagai taman, yakni tempat yang memberikan rasa aman, kenyamanan, dan ruang bagi anak untuk tumbuh serta belajar.

“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan. Pertemuan hari ini diharapkan dapat membuka wawasan dan memperkaya perspektif kita untuk melangkah ke depan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan sekolah agar menjadi tempat yang paling nyaman bagi peserta didik untuk belajar,” pesannya.

Pelatihan ini menghadirkan tiga materi utama yang dirancang untuk memperkuat keterampilan konselor sebaya. Materi pertama, “Menjadi Sahabat yang Dipercaya: Dasar-Dasar Konseling Sebaya dan Etika Pendampingan Remaja”, disampaikan oleh Rosida, M.Pd., guru Bimbingan dan Konseling. Materi kedua, “Mendengar dengan Hati, Merespons dengan Empati: Keterampilan Komunikasi Efektif bagi Konselor Sebaya”, disampaikan oleh Afrina Sarwan, M.Psi. Adapun materi ketiga, “Peduli, Tanggap, dan Mendampingi: Pertolongan Pertama Psikologis bagi Remaja dalam Situasi Krisis”, disampaikan oleh Wahyuni, M.Psi., psikolog.

Rangkaian kegiatan juga mencakup diskusi, tanya jawab, dan simulasi kelompok yang dipandu oleh para pemateri. Melalui sesi tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk memahami penerapan keterampilan konseling sebaya, komunikasi empatik, serta langkah awal memberikan dukungan kepada teman yang sedang menghadapi masalah.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi pelajar yang lebih peduli, peka terhadap kondisi sesama, dan berani mengambil peran positif dalam mencegah perundungan serta kekerasan di lingkungan pendidikan. Keterlibatan perwakilan OSIS dari Aceh Tengah dan Bener Meriah juga menjadi bagian penting dalam memperluas semangat kolaborasi antarpelajar untuk mewujudkan sekolah yang aman, inklusif, dan sehat mental.

Melalui penguatan kapasitas konselor sebaya, IAIN Takengon berharap para pelajar tidak hanya menjadi teman yang bersedia mendengarkan, tetapi juga mampu mengarahkan teman yang membutuhkan bantuan kepada pihak yang tepat. Dengan demikian, budaya saling peduli dan menghargai dapat tumbuh sebagai bagian dari kehidupan sekolah sehari-hari.

Read more

Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon Perpanjang Pendaftaran Tarbiyah Fair 2026 hingga 6 November

Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon Perpanjang Pendaftaran Tarbiyah Fair 2026 hingga 6 November

Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon memperpanjang masa pendaftaran Tarbiyah Fair 2026 hingga Jumat, 6 November 2026, pukul 16.00 WIB. Perpanjangan ini memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa dan siswa yang belum sempat mendaftarkan diri untuk berpartisipasi dalam berbagai kompetisi yang diselenggarakan. Tarbiyah Fair 2026 dijadwalkan berlangsung

By Humas IAIN Takengon
IAIN Takengon Raih Penghargaan Satker Terbaik Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Triwulan III 2026

IAIN Takengon Raih Penghargaan Satker Terbaik Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Triwulan III 2026

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menerima penghargaan sebagai Satuan Kerja (Satker) Terbaik Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Periode Triwulan III Tahun 2026 dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Takengon. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) akhir tahun yang berlangsung pada Senin, 2 November 2026, di

By Humas IAIN Takengon