Strategi Guru PAI dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka yang Bermakna di SMA 15 Takengon
Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI)IAIN Takengon melakukan kunjungan edukatif ke SMA Negeri 15 Negan pada Senin,4 Mei 2026.Kegiatan ini merupakan bagian internal dan mata Kuliah Dasar-Dasar Kurikulum di bawah bimbingan.
SMA 15 Takengon Binaan Negeri terus memperkuat pendidikan agama bagi siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dipadukan dengan kegiatan tahsin Al-Qur’an.Salah satu program unggulan sekolah adalah kegiatan tahsin, tahfiz, dan tafsir Al-Qur’an. Sebelum mengikuti program tersebut, siswa terlebih dahulu diuji kemampuan membaca Al-Qur’annya untuk mengetahui tingkat kemampuan masing-masing.
Bagi siswa yang masih memiliki keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an, sekolah bekerja sama dengan orang tua untuk memberikan pembinaan secara bertahap. Program tahsin difokuskan pada perbaikan bacaan sesuai tajwid dan makharijul huruf, kemudian dilanjutkan dengan tahfiz dan pemahaman tafsir Al-Qur’an.Pembelajaran PAI di sekolah juga disusun berdasarkan tingkatan kelas.
Pada kelas X, siswa mempelajari Akidah Akhlak yang bertujuan membentuk dasar keimanan dan akhlak peserta didik. Pembinaan karakter di kelas awal dianggap penting agar siswa memiliki perilaku yang baik selama menempuh pendidikan di sekolah. Selanjutnya, di kelas XI dan XII siswa mempelajari Al-Qur’an Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), serta Bahasa Arab sebagai penunjang pemahaman terhadap materi keagamaan.
Selain itu, sekolah juga membiasakan siswa untuk membuat dan mempresentasikan karya ilmiah. Kegiatan ini bertujuan melatih kemampuan berpikir kritis, keberanian berbicara di depan umum, serta meningkatkan rasa percaya diri siswa. Sekolah tidak hanya menilai hasil tulisan, tetapi juga kemampuan siswa dalam menyampaikan dan mempertanggungjawabkan karya yang dibuat.Di SMAN 15 Takengon Binaan Negeri Antara, penerapan Kurikulum Merdeka dilakukan dengan menggabungkan pendidikan umum dan pendidikan agama secara seimbang.
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya dilaksanakan di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan keagamaan yang menjadi pembiasaan bagi siswa. Sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter, akhlak, dan kemampuan keagamaan peserta didik. Selain pembelajaran formal, sekolah juga menerapkan nilai budaya lokal melalui aturan sumang Gayo sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman dalam menjaga sikap, etika, dan perilaku peserta didik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kontributor Penulis : Masvira (Mahasiswa PAI)