Rektor IAIN Takengon Serukan Silaturrahmi di Idul Fitri, Perbedaan Hari Lebaran Tak Kurangi Kekhusyukan
Rektor Institut Agama Islam Negeri Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL mengajak seluruh masyarakat di wilayah lintas tengah Aceh untuk memperkuat ukhuwah dan silaturrahmi pada momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M melalui tradisi anjangsana dan saling berkunjung antar keluarga serta tetangga.
Menurutnya, meskipun pelaksanaan Idul Fitri tahun ini berpotensi dirayakan pada dua hari yang berbeda, yakni Jumat dan Sabtu, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi pemisah di tengah masyarakat. Sebaliknya, hal itu justru menjadi pengingat bahwa persatuan dan kebersamaan umat harus tetap dijaga.
“Perbedaan waktu dalam pelaksanaan lebaran tidak akan mengurangi kekhusyukan dalam merayakan Idul Fitri. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan mempererat silaturrahmi,” ujarnya.
Rektor juga mengimbau para khatib yang akan menyampaikan khutbah Idul Fitri agar mengangkat tema tentang pentingnya memperkuat kebersamaan dan semangat saling membantu di tengah masyarakat. Pesan tersebut dinilai sangat relevan, mengingat beberapa daerah di Aceh hingga kini masih dalam proses pemulihan pascabencana.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan tidak meninggalkan kebiasaan ibadah yang telah terbangun selama bulan Ramadan, seperti melaksanakan shalat malam, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, serta menjaga shalat berjamaah.
“Iman dan kesejahteraan itu sangat dekat. Jagalah iman kita, karena dari sanalah lahir ketenangan hidup, baik di dunia maupun di akhirat,” pesannya.
Di akhir pesannya, Rektor bersama seluruh civitas akademika Institut Agama Islam Negeri Takengon menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat.
“Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin,” tutupnya.