Rektor IAIN Takengon: Pengukuhan Guru Profesional Awal Tanggung Jawab Besar Pendidik
Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menegaskan bahwa pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Transformasi Batch 4 Tahun 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi tonggak awal tanggung jawab besar sebagai pendidik profesional.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pengukuhan yang berlangsung di Hotel Grand Bayu Hills, Takengon, Selasa, 5 Mei 2026.

Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di masa depan yang semakin kompleks, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
“Tantangan pendidikan ke depan tidaklah ringan. Anak-anak kini lebih cepat memperoleh informasi melalui teknologi. Karena itu, guru dituntut tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menjadi teladan dalam menyaring informasi dan membimbing generasi masa depan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya empat pilar pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, yakni olah diri, olah rasa, olah pikir, dan olah raga, sebagai bagian integral dari jati diri seorang guru profesional.

Rektor juga mengingatkan bahwa keteladanan memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada sekadar kata-kata. Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara, menurutnya, selaras dengan ajaran Rasulullah SAW, bahwa teladan merupakan sarana pendidikan yang paling efektif.
“Pendidikan adalah kekuatan utama dalam membangun masyarakat yang cerdas dan maju,” tambahnya.
Melalui pengukuhan ini, Rektor berharap para guru profesional mampu menjalankan perannya tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai penuntun masa depan bangsa.