Rektor IAIN Takengon Inisiasi Wakaf 1.000 Pohon Durian, Wujudkan Sentra Baru Durian di Aceh Tengah

Rektor IAIN Takengon Inisiasi Wakaf 1.000 Pohon Durian, Wujudkan Sentra Baru Durian di Aceh Tengah

Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL menginisiasi gerakan wakaf produktif melalui program ekoteologi dengan mengajak masyarakat berwakaf bibit durian unggul. Program ini menjadi bagian dari implementasi ekoteologi yang mengintegrasikan nilai keagamaan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program wakaf produktif berbasis ekoteologi ini juga merupakan salah satu program prioritas Kementerian Agama Republik Indonesia yang digagas oleh Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA sebagai upaya menguatkan nilai keagamaan yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Pada Selasa, 31 Maret 2026 di Kampus IAIN Takengon, dilakukan penyerahan waqaf sebanyak 40 batang bibit durian unggul kepada masyarakat sebagai tahap awal program tersebut. Bibit yang diserahkan berasal dari lima orang wakif yang turut mendukung gerakan wakaf produktif ini. Adapun jenis durian yang diwakafkan antara lain Musang King, Bawor, Monthong, Kani, Bintan dan beberapa varietas unggul lainnya. Bibit tersebut nantinya akan ditanam oleh masyarakat di halaman rumah masing-masing, baik di bagian depan maupun belakang rumah. Rektor IAIN Takengon, Prof. Ridwan Nurdin, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari pengembangan ekoteologi yang menggabungkan kesadaran spiritual dengan kepedulian terhadap alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengajak para kolega, sahabat, serta masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam wakaf bibit durian. Setiap bibit dapat diwakafkan dengan nilai Rp50.000 per batang, dengan target pengembangan hingga 1.000 batang durian di wilayah Kecamatan Linge, khususnya di Desa Mungkur, serta kawasan Uning, Pantan Nangka, Gewat dan desa sekitarnya. Program ini dirancang dengan skema pembagian sekitar lima batang bibit durian untuk setiap rumah tangga, sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara merata. Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor IAIN Takengon atas inisiatif tersebut. Ia berharap program ini menjadi harapan baru bagi masyarakat. “Terima kasih kepada Rektor IAIN Takengon atas inisiatif ini. Kampung ini kita harapkan menjadi sentra baru durian. Bibit ini harus dirawat dengan baik karena ini adalah harapan baru bagi daerah. Semoga ini menjadi amalan dan kami bangga karena kolaborasi seperti ini terus berlanjut,” ujar Haili Yoga. Ke depan, jika pohon-pohon durian tersebut tumbuh dengan baik, dalam lima tahun mendatang kawasan Desa Mungkur dan sekitarnya diproyeksikan menjadi sentra baru durian di Aceh Tengah, yang tidak hanya menghijaukan lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui program wakaf produktif berbasis ekoteologi ini, IAIN Takengon berharap tercipta sinergi antara nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, dan pembangunan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Selanjutnya, bagi masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki dan ingin berpartisipasi dalam wakaf bibit durian, dapat menghubungi Humas IAIN Takengon melalui kontak 085183871352 untuk ikut mendukung program pengembangan sentra baru durian di Kecamatan Linge.

Read more

FGD Penyusunan Qanun RIPPAR Aceh Tengah 2026, Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

FGD Penyusunan Qanun RIPPAR Aceh Tengah 2026, Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah berkolaborasi dengan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Penyusunan Qanun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, di Ruang Rapat Pimpinan IAIN Takengon. FGD

By Humas IAIN Takengon
Temu Ramah PMI IAIN Takengon Perkuat Kebersamaan dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa

Temu Ramah PMI IAIN Takengon Perkuat Kebersamaan dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Takengon menggelar Temu Ramah Mahasiswa pada Sabtu, 12 September 2026, di Uning Riverside, Pegasing, Aceh Tengah. Mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Solutif, Berintegritas, dan Bersinergi,” kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, serta membangun kebersamaan dalam lingkungan Program

By Humas IAIN Takengon