Prodi Pariwisata Syariah IAIN Takengon Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT
Program Studi Pariwisata Syariah Program Sarjana (S1) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menjalani Asesmen Lapangan (AL) oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 8 hingga 10 Juni 2026, sebagai bagian dari proses penjaminan mutu akademik program studi.
Pelaksanaan asesmen lapangan dilakukan secara hybrid. Tim asesor BAN-PT mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting, sementara pimpinan institut, fakultas, dan tim program studi hadir secara luring di Ruang Rapat Pimpinan Gedung Biro Rektorat IAIN Takengon.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IAIN Takengon, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Kepala Biro AUAK, Dekan Fakultas Syariah, para wakil dekan, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Ketua Program Studi Pariwisata Syariah, serta tim pendukung lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan asesmen lapangan dan menegaskan komitmen institusi dalam mendukung pengembangan Program Studi Pariwisata Syariah. Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan terdapat rencana pengembangan kelembagaan melalui pembentukan Fakultas Pariwisata sebagai bagian dari penguatan bidang keilmuan yang memiliki potensi besar di Aceh.
Pada proses asesmen ini, BAN-PT menugaskan dua asesor, yaitu Dr. Budi Setiawan, A.Md.Par., S.E., M.M. dari Sekolah Tinggi Pariwisata Sahid dan Fetty Asmaniati, A.Md.Par., S.E., M.M. dari Institut Pariwisata Trisakti. Selama visitasi, tim asesor melakukan verifikasi dokumen, wawancara dengan dosen, mahasiswa serta peninjauan sarana dan prasarana pendukung program studi.
Dalam sambutannya, Dr. Budi Setiawan menekankan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari proses pembinaan dan pengembangan mutu program studi. Ia mengajak seluruh tim untuk menjalani proses ini secara terbuka dan tidak merasa dihakimi.
"Kami menyoroti beberapa aspek penting, khususnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dosen. Jalani proses ini dengan mengalir dan jangan merasa dihakimi. Saya yakin Dekan, dan Ketua LPM telah banyak mendampingi berbagai program studi dalam proses pengembangan mutu," ujarnya.
Ia juga menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Program Studi Pariwisata Syariah. Menurutnya, Aceh merupakan salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik kuat dan terus diminati. Karena itu, pengembangan program studi pariwisata memiliki prospek yang sangat baik.
Sementara itu, asesor Fetty Asmaniati menekankan pentingnya pemanfaatan sarana dan prasarana kampus yang mendukung pembelajaran. Ia meminta agar saat proses wawancara dan peninjauan fasilitas, tim program studi dapat memperlihatkan secara maksimal berbagai fasilitas yang digunakan dalam mendukung pelaksanaan Program Studi Pariwisata Syariah.
"Pada saat wawancara dan peninjauan, mohon dibantu untuk menunjukkan fasilitas dan lingkungan kampus yang digunakan oleh Program Studi Pariwisata Syariah" ujarnya.
Kepala Program Studi Pariwisata Syariah, Ayu Rahma Nengsi, menyampaikan harapannya agar asesmen lapangan berjalan lancar dan memberikan masukan yang konstruktif bagi pengembangan program studi.
"Kami berharap asesmen ini memberikan evaluasi yang objektif dan bermanfaat sebagai bahan perbaikan serta pengembangan Program Studi Pariwisata Syariah ke depan," tuturnya.