LPPM IAIN Takengon Bekali Mahasiswa Strategi Pengembangan Produk hingga Pemasaran Digital dalam Inkubasi Bisnis Hari Kedua
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melanjutkan kegiatan Inkubasi Bisnis Mahasiswa pada hari kedua, Rabu, 4 November 2026. Kegiatan ini menghadirkan Ihsanuddin, S.T., seorang pengusaha dan pemimpin organisasi yang berpengalaman dalam pengembangan bisnis, industri kopi spesialti Gayo, perdagangan internasional, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada sesi ini, peserta mendapatkan materi mengenai empat aspek penting dalam pengembangan usaha, yaitu pengembangan produk, validasi pasar, perencanaan dan model bisnis, serta pemasaran digital. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang langkah-langkah yang perlu dipersiapkan untuk membangun usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan memiliki peluang untuk berkembang.

Ihsanuddin memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai bidang usaha, di antaranya industri kopi spesialti Gayo melalui PT Aromabica Gayo International dengan merek Ulunowih Specialty Coffee, jasa perjalanan umrah melalui PT El Zaky Cahaya Safar, serta pengembangan bisnis kedai kopi Action Blend. Ia juga terlibat dalam penguatan kelembagaan ekonomi melalui Koperasi Bumi Gayo Harmoni.
Pengalaman tersebut menjadi referensi bagi mahasiswa dalam memahami pengembangan produk, perluasan pasar, pembangunan kemitraan, hingga penyusunan model bisnis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Dalam konteks potensi lokal, pengembangan kopi Gayo juga menunjukkan pentingnya peningkatan nilai tambah produk dan strategi pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Melalui kegiatan ini, LPPM IAIN Takengon mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan usaha secara terencana, memahami kebutuhan konsumen, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pemasaran.
Inkubasi bisnis ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kewirausahaan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya usaha yang inovatif, berdaya saing, dan mampu memanfaatkan potensi ekonomi lokal.