Khutbah Idul Fitri di Hakim Bale Bujang, Rektor IAIN Takengon Ajak Jamaah Jaga Nilai-Nilai Ramadhan
Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL menjadi khatib pada pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan SD YPI Kampung Hakim Bale Bujang. Pelaksanaan shalat Idul Fitri berlangsung khidmat dengan dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan yang memadati lapangan sejak pagi hari. Dalam khutbahnya, Prof. Ridwan menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dilatih selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga amalan seorang hamba yang memiliki pahala tanpa batas di sisi Allah SWT. Amalan pertama adalah puasa. Ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana untuk melatih keikhlasan, kesabaran, serta pengendalian diri. Melalui puasa, seseorang belajar menjaga lisan, memperbaiki perilaku, dan membersihkan hati dari berbagai penyakit batin sehingga membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Amalan kedua adalah menjadi pribadi yang pemaaf. Menurutnya, sikap memaafkan merupakan akhlak mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Momentum Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk melapangkan dada, mengikhlaskan kesalahan orang lain, dan mempererat hubungan persaudaraan di tengah masyarakat. Sementara amalan ketiga adalah memperbanyak amal kebaikan. Ia mengingatkan bahwa setiap perbuatan akan dibalas sesuai dengan apa yang dikerjakan. Oleh karena itu, berbagai bentuk ibadah seperti shalat, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga membantu sesama merupakan investasi berharga untuk kehidupan di akhirat. Lebih lanjut, Prof. Ridwan juga mengajak jamaah untuk terus menuntut ilmu dan memberikan pendidikan terbaik bagi keluarga. Menurutnya, pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang mandiri, dewasa dalam berpikir, serta mampu memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Ia berharap semangat Ramadhan dan nilai-nilai Idul Fitri dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, sehingga Idul Fitri tidak hanya menjadi hari kemenangan, tetapi juga menjadi awal untuk memperbaiki diri dan membangun kehidupan yang lebih baik.



