IAIN Takengon Salurkan Wakaf Produktif Durian Unggul di Pantan Nangka, Targetkan Jadi Sentra Baru di Aceh Tengah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui program wakaf produktif. Kali ini, IAIN Takengon menyalurkan bantuan bibit durian unggul kepada masyarakat Kampung Pantan Nangka, Kecamatan Linge, dengan target awal mencapai 200 batang. Kegiatan penyerahan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Aceh Tengah.
Pada tahap pertama, sebanyak 80 batang bibit durian unggul diserahkan langsung kepada masyarakat. Bibit-bibit tersebut berasal dari donasi personal serta kontribusi berbagai pihak, termasuk jamaah program Rabu Berkah IAIN Takengon.
Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL menyampaikan harapannya agar kawasan Pantan Nangka dapat berkembang menjadi sentra durian unggul di Aceh Tengah. Ia juga optimistis jumlah bibit yang ditanam ke depan dapat mencapai hingga 1.000 batang, sehingga memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan menjadi bagian dari gerakan ekoteologi.
“Saya berharap daerah ini bisa menjadi sentra durian unggul di Aceh Tengah. Mudah-mudahan ke depan bisa terpenuhi hingga 1.000 batang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Aceh Tengah, Drs. Mursyid, M.Si menekankan pentingnya perawatan bibit yang telah disalurkan. Ia menyebutkan bahwa bibit yang diberikan merupakan varietas pilihan, sehingga perlu dikelola dengan baik agar dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi warga setempat.
“Ini bibit pilihan, harus benar-benar dirawat agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” ucapnya.
Sekretaris Desa Pantan Nangka turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas bantuan wakaf produktif yang disalurkan oleh IAIN Takengon. Bantuan tersebut diharapkan menjadi amal jariyah serta membawa keberkahan, khususnya bagi pihak yang telah berkontribusi dalam program ini.
Program wakaf produktif ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.





