Dari Teori ke Praktik: Mahasiswa PIAUD IAIN Takengon Telusuri Kurikulum di Sekolah Alam Aceh Tengah"
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri Takengon melaksanakan pembelajaran lapangan di Sekolah Alam Aceh Tengah pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Dasar-Dasar Kurikulum yang diampu oleh Dr. Al Musanna, M.Ag, sebagai upaya memperkaya pemahaman mahasiswa mengenai penerapan kurikulum pendidikan secara langsung di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak menelaah secara nyata bagaimana kurikulum diterapkan dalam proses pembelajaran, khususnya pada pendidikan anak usia dini yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pendekatan pembelajaran berbasis alam.
Dr. Al Musanna menjelaskan bahwa pembelajaran di luar kelas seperti ini menjadi penting agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep kurikulum secara teoritis, tetapi juga mampu melihat secara langsung praktik penerapannya di lapangan.
“Kami ingin mahasiswa mendapatkan wawasan baru dengan bertemu langsung para stakeholder. Dengan demikian, mereka dapat melihat kesesuaian antara teori yang dipelajari di kampus dengan praktik di sekolah, sekaligus memahami konsep sekolah alam, perbedaan kurikulumnya, serta tantangan dalam membangun lembaga pendidikan berbasis alam,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memperluas perspektif tentang berbagai model pendidikan yang berkembang di masyarakat.
Sementara itu, guru Sekolah Alam Aceh Tengah, Hanifah Ummahati, S.P menyampaikan bahwa sekolah alam memiliki pendekatan pendidikan yang berbeda dengan sekolah reguler, terutama dalam hal inklusivitas dan metode pembelajaran.
Di sekolah ini, anak berkebutuhan khusus (ABK) belajar bersama dengan anak reguler tanpa adanya pembedaan. Untuk mendukung proses pembelajaran, biasanya terdapat pendamping khusus atau shadow teacher yang membantu anak dalam mengikuti kegiatan belajar.
Menurut Hanifah, pendidikan di sekolah alam bertujuan mengembalikan fitrah anak sebagai khalifah di muka bumi dengan menanamkan nilai-nilai akhlak, kemandirian, serta adab sejak dini. Dalam prosesnya, pembelajaran tidak hanya melibatkan guru, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian penting dalam pendidikan anak.
Ia juga menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan tetap mengacu pada kurikulum nasional, namun dipadukan dengan kurikulum khas sekolah alam yang menekankan empat pilar utama, yaitu kurikulum akhlak, logika ilmiah, leadership, dan entrepreneurship.
Pendekatan pembelajaran juga dilakukan secara langsung melalui eksplorasi alam. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan praktik di luar ruangan agar dapat merasakan pengalaman belajar secara nyata.
“Di sekolah alam, alam menjadi guru bagi anak-anak. Apa yang dipelajari di kelas akan mereka eksplorasi langsung di alam sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna,” ungkap Hanifah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PIAUD IAIN Takengon diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai implementasi kurikulum pendidikan anak usia dini, sekaligus mengenal berbagai inovasi pembelajaran berbasis alam dalam dunia pendidikan.







