Dari Teori ke Praktik: Mahasiswa PAI IAIN Takengon Dalami Implementasi Kurikulum di SMA Negeri 15 Takengon
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melaksanakan pembelajaran lapangan di SMA Negeri 15 Takengon pada Senin, 4 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Dasar-Dasar Kurikulum yang diampu oleh Dr. Al Musanna, M.Ag, sebagai upaya memperkaya pemahaman mahasiswa terkait implementasi kurikulum pendidikan secara langsung di lingkungan sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Al Musanna menegaskan bahwa pembelajaran lapangan menjadi langkah penting agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep kurikulum secara teoritis, tetapi juga mampu melihat realitas penerapannya di sekolah. Ia berharap kegiatan ini dapat membekali mahasiswa dengan pengalaman awal untuk mengenali dinamika pendidikan sejak dini. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak mengetahui apa yang terjadi di lapangan. Ini juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah,” ujarnya, seraya menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas sambutan yang diberikan.
Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 15 Aceh Tengah, Zulkifli, M.A., turut memberikan pemaparan terkait proses penerapan kurikulum di sekolah. Ia menekankan pentingnya pemahaman mendalam terhadap kurikulum bagi calon guru PAI. Menurutnya, setiap guru harus mampu merancang pembelajaran yang adaptif sesuai dengan kondisi peserta didik dan lingkungan. “Calon guru PAI harus benar-benar memahami kurikulum, karena setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga pendekatan pembelajaran juga harus menyesuaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 15 Takengon, Rahimawati, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa kurikulum merupakan “batang utama” dalam sistem pendidikan. Ia menjelaskan bahwa sekolah saat ini telah memasuki tahun ketiga penerapan Kurikulum Merdeka yang dipadukan dengan muatan lokal keislaman di Aceh. Implementasi tersebut mencakup penguatan mata pelajaran seperti Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, serta Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), disertai program tambahan seperti tahsin dan dinul Islam.
Lebih lanjut, Rahimawati juga memaparkan praktik baik yang diterapkan di sekolah melalui program 5T, yaitu tahsin, tahfidz, tafsir, taqrir, dan tahbib, sebagai bagian dari penguatan karakter religius siswa. Program ini diintegrasikan dengan kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, serta Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Kegiatan pembelajaran lapangan ini diharapkan dapat memberikan wawasan komprehensif bagi mahasiswa PAI IAIN Takengon dalam memahami kurikulum secara kontekstual, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi calon pendidik yang profesional, adaptif, dan berkarakter.