Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa BKPI Jelajahi Konseling Lintas Budaya di Aceh Tengah

Dari Teori ke Praktik, Mahasiswa BKPI Jelajahi Konseling Lintas Budaya di Aceh Tengah

Fakultas Tarbiyah melepas mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Semester 6 untuk melaksanakan praktik konseling lintas budaya di sejumlah desa di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed, Ph.D didampingi Ketua Program Studi BKPI, Husrin Konadi, M.Pd., Kons., sekaligus pengampu mata kuliah konseling lintas budaya.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Tarbiyah menekankan bahwa konseling lintas budaya merupakan bagian penting dalam pembentukan kompetensi mahasiswa sebagai calon konselor. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan proses konseling tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teori dan teknik, tetapi juga oleh kemampuan memahami serta menghargai perbedaan latar belakang budaya konseli. Sensitivitas budaya, menurutnya, menjadi kunci agar layanan konseling dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran lapangan yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam menghadapi realitas sosial masyarakat yang beragam. Melalui praktik ini, mahasiswa diharapkan mampu mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata di lapangan, sekaligus mengasah kemampuan dalam menerapkan pendekatan konseling yang adaptif dan kontekstual.

Ketua Program Studi BKPI menambahkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi profesional, tetapi juga pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki empati, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Adapun lokasi praktik konseling lintas budaya tersebar di lima komunitas berbeda di Kabupaten Aceh Tengah, yakni masyarakat Gayo di Desa Bebesen, masyarakat Jawa di Desa Bius, masyarakat Batak di Desa Takengon Timur, masyarakat Minang di Desa Tetunjung, serta masyarakat Aceh di Desa Keramat Mupakat. Penempatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan berbagai latar budaya serta memahami nilai-nilai lokal yang berkembang di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan konseling yang responsif terhadap dinamika budaya, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai calon konselor profesional yang mampu menjembatani perbedaan dalam proses konseling. Kegiatan pelepasan ditutup dengan doa bersama, disertai harapan agar seluruh mahasiswa dapat menjalankan tugas dengan baik, menjaga nama baik institusi, serta memperoleh pengalaman berharga dalam perjalanan akademik dan profesional mereka.

Read more

FGD Penyusunan Qanun RIPPAR Aceh Tengah 2026, Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

FGD Penyusunan Qanun RIPPAR Aceh Tengah 2026, Dorong Pariwisata Berbasis Budaya dan Kearifan Lokal

Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah berkolaborasi dengan Fakultas Syariah, Dakwah dan Ushuluddin Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Penyusunan Qanun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis, 17 September 2026, di Ruang Rapat Pimpinan IAIN Takengon. FGD

By Humas IAIN Takengon
Temu Ramah PMI IAIN Takengon Perkuat Kebersamaan dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa

Temu Ramah PMI IAIN Takengon Perkuat Kebersamaan dan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IAIN Takengon menggelar Temu Ramah Mahasiswa pada Sabtu, 12 September 2026, di Uning Riverside, Pegasing, Aceh Tengah. Mengusung tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Solutif, Berintegritas, dan Bersinergi,” kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, serta membangun kebersamaan dalam lingkungan Program

By Humas IAIN Takengon