Coffee Morning LPPM IAIN Takengon Bahas Potensi Hantavirus dan Respons Hukum Islam terhadap Transformasi Sosial Keagamaan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menggelar program rutin Coffee Morning pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana akademik dan dialogis ini mengangkat tema “Hantavirus as a Potential Emerging Pandemic: The Response of Islamic Law to Socio-Religious Transformation.”
Diskusi ilmiah tersebut menghadirkan Dr. Ibnu Qodir sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Dr. Muhammad Riza. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, peneliti, mahasiswa, serta civitas akademika IAIN Takengon yang antusias mendiskusikan isu kesehatan global dalam perspektif sosial dan keislaman.

Dalam pemaparannya, Dr. Ibnu Qodir menjelaskan bahwa kemunculan berbagai wabah baru, termasuk Hantavirus, tidak hanya menjadi persoalan medis semata, tetapi juga membawa dampak sosial, budaya, dan keagamaan yang signifikan. Menurutnya, pandemi berpotensi mengubah pola interaksi masyarakat, praktik keberagamaan, hingga cara umat memahami konsep kemaslahatan dalam hukum Islam.

Ia menegaskan bahwa hukum Islam memiliki fleksibilitas dan prinsip-prinsip adaptif dalam merespons perubahan sosial akibat ancaman pandemi. Nilai-nilai seperti hifz al-nafs (perlindungan jiwa), kemaslahatan umum, dan tanggung jawab kolektif menjadi landasan penting dalam menghadapi transformasi sosial-keagamaan di era krisis kesehatan global.
Sementara itu, Dr. Muhammad Riza selaku moderator menyoroti pentingnya ruang-ruang akademik seperti Coffee Morning sebagai medium pertukaran gagasan lintas disiplin ilmu. Menurutnya, isu pandemi harus dipahami secara komprehensif dengan melibatkan perspektif kesehatan, sosial, agama, dan kemanusiaan secara bersamaan.

Program Coffee Morning LPPM IAIN Takengon terus diarahkan menjadi ruang intelektual yang responsif terhadap isu-isu kontemporer, sekaligus memperkuat budaya akademik yang kritis, terbuka, dan kontributif bagi masyarakat.